Flat Design : Minimalisme dalam Dunia Desain

Flat Design dipengaruhi oleh gaya Swiss Design yang tersebar luas di seluruh dunia pada tahun 1950 hingga 1960-an. Flat design diinisiasi oleh Microsoft dengan munculnya Metro UI pada sistem operasi Windows 8.

Gambar di atas adalah satu desain untuk elemen Visual Merchandising for Mie Ayam Santika

Flat design adalah sebuah gaya desain yang menampilkan penggunaan elemen yang memberikan kesan tiga dimensi seperti penggunaan drop-shadows, gradients, dan tekstur, seminimal mungkin, serta berfokus pada minimalisme dalam penggunaan elemen-elemen sederhana, tipografi, dan warna-warna flat. Para desainer banyak menggunakan gaya desain ini agar desain tampak lebih efisien dan tidak ketinggalan zaman. Secara visual, gaya desain ini menganut prinsip minimalisme dan untuk mendefinisikannya lebih mudah dengan mendefinisikan apa yang bukan flat design.

Bukan rupa tiga dimensi. Penamaan gaya desain ini berasal dari sifat rupa dua dimensi yang datar atau flat, dan tidak adanya detail yang menimbulkan kesan kedalaman – shadow, highlight, dan tekstur.

Non-skeuomorphic. Flat design muncul sebagai counter dari skeuomorfisme, gaya desain yang cenderung meniru bentuk-bentuk realistis yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Skeuomorfisme banyak menggunakan efek visual seperti drop-shadow, tekstur yang realistis, pantulan cahaya, dan sebagainya.

Selama suatu desain tidak mengandung dua hal tersebut, maka desain itu bisa dikatakan sebagai flat design.

2015-11-10_13;14;03
Skeuomorfisme dan minimalisme

Elemen dari flat design

  • Tidak ada gradien dan shadow yang mencolok

Disebut flat design karena gaya desain ini menghilangkan kebanyakan drop-shadow, gradien dan tekstur dari visual. Segala sesuatunya terlihat flat atau rata, tidak terlihat seperti tonjolan, cekungan, atau memiliki perbedaan ketinggian.

f42294b9f0f6621c8b589406e79b3283--psd-graphics-design-suites
Sumber tertera pada gambar.

Absensi dari elemen yang menimbulkan efek tiga dimensi membuat flat design menjadi sesuatu yang menarik, karena ketiadaan elemen-elemen tersebut menuntut para desainer untuk fokus kepada konten sebagai titik tengah utama dari sebuah desain. Hal ini juga membimbing kita untuk berpikir tentang bagaimana menyajikan konten secara sederhana sehingga mampu merasuk ke dalam jantung permasalahan dan solusi yang dibutuhkan untuk audience.

  • Fokus yang sangat kuat kepada warna

Satu aspek penting dari gaya flat design adalah fokus kepada pemilihan warna. Sebagaimana yang telah kita tahu, warna mempunyai kekuatan, dan memiliki pengaruh signifikan kepada desain yang kita buat. Bisa saja warna mampu membangun desain kita menjadi lebih menarik, bisa juga warna justru merusak dan membuat informasi yang hendak kita sampaikan melalui desain yang kita buat menjadi samar dan tidak tersampaikan dengan baik. Dalam flat design, dengan tidak adanya shadow sebagai pembeda berarti pemilihan warna harus cukup kontras untuk membedakan satu elemen dengan elemen grafis lain agar tidak saling mengaburkan.

  • Tipografi sebagai elemen estetis.

Tipografi yang baik adalah kunci utama dari flat design dikarenakan desainer diharuskan menghilangkan semua konten visual yang bersifat dekoratif, sehingga tercipta banyak ruang kosong yang dapat diisi oleh tipografi yang menarik. Tipografi adalah salah satu elemen yang jika dipergunakan dengan baik, mampu menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dengan sangat baik dan menimbulkan kesan yang melekat dalam benak audience.

Keunggulan dan kelemahan flat design

Flat design cocok dengan perkembangan teknologi saat ini karena tidak mengandung banyak elemen gambar, flat design juga membuat ruang tata letak menjadi lebih efisien. Flat design lebih sederhana dalam pembuatan karena tidak memerlukan banyak detail sehingga penuangan ide pikiran dalam kanvas menjadi lebih cepat. Selain itu, karena penggunaan elemen visual yang minim, maka desainer bisa lebih fokus kepada tipografi, malah, tidak sedikit yang menggunakan tipografi sebagai elemen yang menjadi fokus utama sehingga desainer grafis bisa lebih fokus kepada penataan teks yang lebih baik dan mengakibatkan tulisan menjadi lebih mudah terbaca.

windows8charms
Metro UI pada Windows 8, sumber.

Namun, jika flat design digunakan dalam user interface baik user interface website ataupun aplikasi, maka ia akan mengaburkan fungsi banyak tombol. Flat design menghilangkan perbedaan antara elemen visual biasa dengan elemen visual yang bisa di-click (click-able) sehingga terkadang menyebabkan kebingungan.

Flat design bisa disebut trend dalam dunia desain, namun juga dapat disebut sebagai revolusi dalam dunia desain. Pada kenyataannya, flat design adalah implementasi sederhana dari minimalisme yang banyak dianut oleh masyarakat saat ini yang menginginkan segala sesuatunya lebih cepat dan sederhana. Flat design adalah gaya desain yang baik dan menarik, namun seperti gaya desain lain, penggunaannya harus sesuai dengan prinsip form follow function. Seandainya dengan menggunakan gaya desain ini malah justru menyebabkan terhalangnya penyampaian informasi, mengapa tidak terpikir untuk menggunakan gaya desain lain?

Baca juga, Trend Desain Grafis 2018, Era Kegilaan Desainer Grafis!

 

 

Pranala luar :

http://www.webinsation.com/flat-design-trend-or-revolution/

https://uxplanet.org/flat-design-history-benefits-and-practice-c2b092955f14

https://www.canva.com/learn/flat-design/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s