Gaya-Gaya Desain Interior Populer

Sebagai seorang visual merchandiser, terkadang kita dituntut untuk menampilkan kesan-kesan tertentu terhadap interior dari sebuah toko sehingga terdapat perpotongan antara visual merchandiser dan desainer interior. Untuk itu, diperlukan juga pengetahuan tentang desain interior untuk menjadi seorang visual merchandiser, dan sebagai dasar, pengetahuan tentang beberapa gaya desain interior adalah sesuatu yang harus diketahui.

Serupa dengan gaya desain grafis, gaya desain interior pun mengalami banyak era dan perubahan, dan di era sekarang, semakin banyak gaya desain interior yang muncul sebagai sebuah gagasan yang baru. Namun, dari sekian banyak gaya desain interior, ada beberapa gaya yang menjadi kunci, ide utama, yang menginfluence gaya-gaya desain interior yang muncul belakangan. Berikut adalah beberapa gaya desain interior tersebut.

  • Modern
Gorgeous-Modern-Interior-Design
Sumber.

Modern adalah istilah untuk desain yang menyajikan kesan bersih, garis yang tegas tanpa lekuk, dengan warna-warna yang sederhana, dan penggunaan material seperti metal, gelas, dan baja.

Desain modern mengutamakan kesederhanaan, fungsi, dan menghilangkan ornamen-ornamen dekoratif sehingga tampak minimalis. Desain modern sangat cocok untuk ruang sempit.

  • Kontemporer
contemporary-interior-design-001
Sumber.

Modern dan kontemporer adalah dua gaya yang sering saling simpang, padahal gaya desain kontemporer berbeda dengan gaya desain modern. Letak perbedaannya adalah gaya kontemporer lebih mengalir dengan adanya kurva lengkung yang mana tidak dimiliki oleh gaya desain modern.

  • Industrial
Modern-Industrial-Interior-Design-Definition-And-Ideas-To-Follow-12
Sumber.

Desain industrial mengajak kita untuk kembali ke era industrial dengan menyajikan elemen besi dan kayu yang sengaja ditunjukkan, terkadang ditambah dengan penggunaan bata exposed.

  • Mid-century
Schermafbeelding-2011-04-22-om-12.02.18
Sumber.

Mid-century adalah kapsul waktu yang membuat kita kembali ke era tahun 1900-an. Desain mid-century menonjolkan kurva alami dan silhouet minimal untuk menampilkan kesan retro.

  • Skandinavian
freshome-nordic-scandinavian4
Sumber.

Gaya skandinavian menyatukan prinsip fungsi dan kesederhanaan dengan baik. Menampilkan warna-warna lembut dengan sedikit warna aksen, serta perpaduan antara elemen artifisial dengan organik. Furnitur dari gaya ini sederhana, kontemporer, serta fungsional. Skandinavian banyak menganut prinsip Bauhaus dengan dicirikannya garis yang mengalir dan fokus pada proporsi. Interior skandinavian kebanyakan menggunakan warna abu-abu cerah dan putih sebagai warna dasar.

  • Art deco
wood-art-deco-interior
Sumber.

Pengaruh gaya desain grafis art deco rupanya juga berpengaruh terhadap gaya desain interior. Kemunculannya di era 1920-an sangat menginfluence hingga ke bidang arsitektur. Penggunaan garis-garis kuat, geometri, dan warna-warna tebal adalah ciri dari gaya art deco.

  • Traditional
new-home-interior-design-traditional-home-interior-design-44fb82c1a3bef7f1
Sumber.

Traditional menawarkan detail klasik, kemewahan, dan aksesori yang mellimpah. Rumah-rumah tradisional terkadang menampilkan banyak ornamen, perabot kayu dengan warna gelap dan banyak variasi tekstur dan garis.

Baca juga, Mengenal Berbagai Macam Gaya Desain Grafis

 

Pranala luar :

https://rocheledecorating.com.au/14-most-popular-interior-design-styles-explained/

http://blog.froy.com/interior-design-styles-8-popular-types-explained/

https://closelyknit.com.au/interior-design-styles-15-popular-types-explained/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s